|
GEMPA
SUMBAR MALAPETAKA ATAU PERINGATAN ?
oleh : Ati Kusumawati
Sumatera Barat adalah daerah yang sangat elok dan indah.
Dapat dilihat dari pemandangan alam yang alami dan udara yang sejuk membuat
mata begitu segar dan rasanya enggan untuk pulang. Namun semua tidak seindah
yang kita bayangkan. Semuanya berubah sangat menyedihkan. Gempa Sumatera Barat
membuat kita teringat akan kebesaran Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, surah 17 ayat 16-17 merupakan ayat yang syarat dengan
makna yang mendalam. Tentunya mengingatkan kita bahwa kebesaran-Nya dan jika
Allah berkehendak maka semuanya akan terjadi dalam waktu sekejap mata tanpa
menganggu lagi. Tentunya kita harus
terus beristigfar dan menyebut nama-Nya di manapun kita berada. Pasca gempa tentunya kita tidak boleh terlena dan
bersedih terlalu lama. Kita harus terus berupaya membangkitkan semangat hidup
kedepan.
Kamis sore tepatnya 01-Oktober-2009, kami dari team
relawan Muhammadiyah(16 relawan) berangkat menuju Sumbar dengan membawa
obat-obatan karena yang dibutuhkan adalah obat-obatan, makanan siap saji,
perlengkapan anak dan perempuan, alat shalat dan lain-lainnya. Setelah tiba di
Sumbar sepertinya kami berada disebuah kota mati, dimana tidak ada lampu
penerang jalan, namun sisi kemanusiaan kami
sangat kuat untuk membantu saudara-saudara kami.
Akhirnya kamipun tiba di Masjid At-Taqwa yang sekarang
dijadikan posko induk Muhammadiyah. Kamipun segera membuat posko utama yang
disebut dengan posko induk Muhammadiyah
yang berada di Jalan Bunda Kandung, Kota Padang. Posko induk tersebut dibentuk
oleh PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, PP Nasyiah, MDMC, dan Pemuda Muhammadiyah
sebagai tim pengarah, dan PWM Sumbar beserta ortom lainnya yang ada di Sumbar
menjadi tim pelaksana.
Selain berkordinasi dengan PWM Sumbar dan PWNA Sumbar,
PPNasyiah melakukan kunjungan kebeberapa kota diantaranya Kota Padang Pariaman,
Kabupaten Padang Pariaman, \Pasaman, Lubuk \Basung, Maninjau, Tanjung Sani,
Moko-Muko, Panjang, Bukit Tinggi dan kembali ke kota Padang. Kunjungan kami
tentunya sangat berarti bagi mereka yang tetimpa musibah, selain mem berikan bantuan kami juga memberikan semangat
agar diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bisa menjalani hidup selanjutnya.
Kunjungan kami selain ke panti-panti Muhammadiyah
Aisyiyah, juga kebeberapa rumah sakit Aisyiyah di kota Padang Pariaman untuk
melihat beberapa korban gempa. Selain kujungan kebebrapa kota di Sumbar, kami
juga mengikuti rapat dengan PPMuhammadiyah, PPAisyiyah, PWM Sumbar, dan AMM
Sumbar memutuskan dan menetapkan rencana kedepannya untuk pemulihan, tentunya
kami dari PPNasyiah menutuskan bersama dengan PPAisyiyah dibantu oleh PWA dan
PWNA Sumbar melakukan pendampingan konseling trauma pasca gempa terhadap anak dan perempuan,
selain dapur umum yang juga menjadi kegiatan yang dilakukan oleh Nasyiah dan Aisyiyah.
Adapun kordinator pendampingan trauma pasca gempa dikordinir oleh Ibu Yarmis
Syukur (Ketua PWA Sumbar) dan dibantu oleh PWNasyiah Sumbar sebagai kordinator
lapangan yang dibantu juga nantinya oleh relawan psikososial.
Pelaksanaan pendampingan ini
kemungkinan dimulai 2-3 minggu setelah gempa terjadi, untuk saat ini kami
melakukan assessment terhadap titik-titik yang akan dijadikan tempat
pendampingan trauma pasca gempa terhadap anak dan perempuan. Untuk itu, kami
PPNasyiah dan PPAisyiyah dibantu oleh PWNA dan PWA mendata daerah yang perlu
mendapatkan pendampingan.
Gempa Sumbar merupakan musibah yang
menjadi introspeksi buat siapa saja. Bahwasannya disetiap waktu dan kapanpun
musibah itu datang dan menjadikan kita
ingat kepada yang maha Kuasa yaitu Allah SWT.
|