Login Warga Nasyiah

Kantor Yogyakarta:
Jl. KH.Ahmad Dahlan 103
Yogyakarta 55262
0274 - 411610
0274 - 411610


Kantor Jakarta:
Jl. Menteng Raya 62
Jakarta Pusat 10340
021 - 39899789
021 - 39899789

Click on the slide!

Album Nasyiah

Ketua Umum PP Nasyiah terpilih, Abidah Muflihati bersama Evi Sofia Inayati, Ketua Umum PP Nasyiah periode 2004-2008

Lebih lengkap Lagi...
Click on the slide!

Milad Nasyiatul Aisyiyah ke 77

membangun Karakter bangsa Yang Berbudaya dan Bermartabat

dan Darul Arqam PWNA Jawa Barat "membangun Karakter bangsa Yang Berbudaya dan Bermartabat", Pangalengan 18 – 20 Mei 2008 / 12 – 14 Jumadil Ula 1429 H.

Lebih lengkap Lagi...
Click on the slide!

Album Nasyiah

Jalan-jalan di Medan, sumatra Utara. setelah tanwir II Nasyiatul Aisyiyah.

Click on the slide!

Album Nasyiah

Strategic Planning

 Sosialisasi perdagangan manusia

Lebih lengkap Lagi...
Click on the slide!

Nasyiah dalam kenangan

Perjalanan masa lampau tidak boleh ditinggalkan, inilah salah satu kiprah nasyiah lampau

Click on the slide!

Narkoba, NO!!

Peran Nasyiah dalam melakukan sosialisasi bahaya Narkoba

Click on the slide!

Pendidikan Politik

Penyadaran Masyarakat

Meneguhkan peran Nasyiah dalam kehidupan berpolitik dan bernegara

Click on the slide!

Out Bond

Kompak dan Komitmen

Meneguhkan langkah bersama dalam wadah Nasyiatul Aisyiyah

GEMPA SUMBAR MALAPETAKA ATAU PERINGATAN?
Selasa, 17 November 2009

GEMPA SUMBAR MALAPETAKA ATAU PERINGATAN ?

oleh : Ati Kusumawati

            Sumatera Barat adalah daerah yang sangat elok dan indah. Dapat dilihat dari pemandangan alam yang alami dan udara yang sejuk membuat mata begitu segar dan rasanya enggan untuk pulang. Namun semua tidak seindah yang kita bayangkan. Semuanya berubah sangat menyedihkan. Gempa Sumatera Barat membuat kita teringat akan kebesaran Allah SWT.  Dalam Al-Qur’an, surah 17 ayat 16-17 merupakan ayat yang syarat dengan makna yang mendalam. Tentunya mengingatkan kita bahwa kebesaran-Nya dan jika Allah berkehendak maka semuanya akan terjadi dalam waktu sekejap mata tanpa menganggu lagi.  Tentunya kita harus terus beristigfar dan menyebut nama-Nya di manapun kita berada. Pasca  gempa tentunya kita tidak boleh terlena dan bersedih terlalu lama. Kita harus terus berupaya membangkitkan semangat hidup kedepan.

            Kamis sore tepatnya 01-Oktober-2009, kami dari team relawan Muhammadiyah(16 relawan) berangkat menuju Sumbar dengan membawa obat-obatan karena yang dibutuhkan adalah obat-obatan, makanan siap saji, perlengkapan anak dan perempuan, alat shalat dan lain-lainnya. Setelah tiba di Sumbar sepertinya kami berada disebuah kota mati, dimana tidak ada lampu penerang jalan, namun sisi kemanusiaan kami  sangat kuat untuk membantu saudara-saudara kami.

            Akhirnya kamipun tiba di Masjid At-Taqwa yang sekarang dijadikan posko induk Muhammadiyah. Kamipun segera membuat posko utama yang disebut dengan posko induk Muhammadiyah  yang berada di Jalan Bunda Kandung, Kota Padang. Posko induk tersebut dibentuk oleh PP Muhammadiyah, PP Aisyiyah, PP Nasyiah, MDMC, dan Pemuda Muhammadiyah sebagai tim pengarah, dan PWM Sumbar beserta ortom lainnya yang ada di Sumbar menjadi tim pelaksana.  

            Selain berkordinasi dengan PWM Sumbar dan PWNA Sumbar, PPNasyiah melakukan kunjungan kebeberapa kota diantaranya Kota Padang Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, \Pasaman, Lubuk \Basung, Maninjau, Tanjung Sani, Moko-Muko, Panjang, Bukit Tinggi dan kembali ke kota Padang. Kunjungan kami tentunya sangat berarti bagi mereka yang tetimpa musibah, selain mem  berikan bantuan kami juga memberikan semangat agar diberikan ketabahan dan kekuatan untuk bisa menjalani hidup selanjutnya.

            Kunjungan kami selain ke panti-panti Muhammadiyah Aisyiyah, juga kebeberapa rumah sakit Aisyiyah di kota Padang Pariaman untuk melihat beberapa korban gempa. Selain kujungan kebebrapa kota di Sumbar, kami juga mengikuti rapat dengan PPMuhammadiyah, PPAisyiyah, PWM Sumbar, dan AMM Sumbar memutuskan dan menetapkan rencana kedepannya untuk pemulihan, tentunya kami dari PPNasyiah menutuskan bersama dengan PPAisyiyah dibantu oleh PWA dan PWNA Sumbar melakukan pendampingan konseling trauma  pasca gempa terhadap anak dan perempuan, selain dapur umum yang juga menjadi kegiatan yang dilakukan oleh Nasyiah dan Aisyiyah. Adapun kordinator pendampingan trauma pasca gempa dikordinir oleh Ibu Yarmis Syukur (Ketua PWA Sumbar) dan dibantu oleh PWNasyiah Sumbar sebagai kordinator lapangan yang dibantu juga nantinya oleh relawan psikososial.

            Pelaksanaan pendampingan ini kemungkinan dimulai 2-3 minggu setelah gempa terjadi, untuk saat ini kami melakukan assessment terhadap titik-titik yang akan dijadikan tempat pendampingan trauma pasca gempa terhadap anak dan perempuan. Untuk itu, kami PPNasyiah dan PPAisyiyah dibantu oleh PWNA dan PWA mendata daerah yang perlu mendapatkan pendampingan.

            Gempa Sumbar merupakan musibah yang menjadi introspeksi buat siapa saja. Bahwasannya disetiap waktu dan kapanpun musibah itu datang dan menjadikan kita  ingat kepada yang maha Kuasa yaitu Allah SWT.