| Sekolah yang Membahagiakan |
|
|
|
| Ditulis Oleh abidah | |
| Kamis, 01 Mei 2008 | |
|
Pernahkah kita bertanya pada diri sendiri, di masa sekolah yang mana kita merasa bahagia, sangat haus akan ilmu, bersemangat pergi ke sekolah, dan tidak sabar bertemu dengan guru?. Jika belum pernah, tidak ada salahnya mulai hari ini kita mengingat masa-masa itu. Kita akan terkejut jika kita melakukannya, tanpa sadar mungkin kita akan tersenyum, tertawa, terheran-heran, kesal, atau bahkan menangis. Saya merasakan semua hal di atas saat saya berada di Sekolah Dasar dan Madrasah Tsanawiyah. Masa-masa itu saya merasa sekolah sangat menyenangkan, alam raya dan dunia seakan-akan terbuka dengan sangat luas, saya jadi tahu bahwa di bumi ini tidak hanya ada Indonesia, bahwa Makkah, tempat tujuan haji tetangga saya, itu bukan di Indonesia, saya jadi suka memperhatikan langit kala malam untuk mencari rasi bintang-bintang, bahkan saya pernah bermimpi planet Yupiter yang besar itu jatuh ke bumi. Saya jadi malu bahwa dulu di kelas 1 saya pernah menyontek saat mengerjakan matematika, tapi bangga karena kemudian di kelas 2 saya mendapat nilai matematika terbaik di kelas, menjelang tidur saya suka membaca buku-buku pelajaran walaupun besok tidak ada ulangan, karena saya senang mendapat keajaiban ilmu, saya suka kecewa saat bertanya melampaui isi pelajaran, karena guru bilang, "kamu baru kelas 3, bab itu akan dipelajari nanti di kelas 4". Membandingkan masa sekolah kita dulu dengan masa anak-anak atau keponakan-keponakan kita sekolah mungkin sangat berbeda jauh. Anak-anak sekarang sekolah dari pagi sampai sore, les ini-itu setelahnya, kurikulum SMP diperuntuk kan anak SD, mengikuti kelas akselerasi, biaya sekolah mahal, dsb. Sekolah terlihat sangat melelahkan. Selayaknya kita juga bertanya bagaimana perasaan mereka, apakah sekolah yang semacam itu keinginan kita atau keinginan anak kita. Memperhatikan kondisi yang demikian, saya jadi teringat akan surat al-Mujadilah (58): 11, "Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". Yang menarik dari ayat tersebut adalah frase "berlapang-lapanglah dalam majlis, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu". Menurut pemahaman awam saya, berlapang-lapang tidak sekedar berarti bergeser tempat, memperluas majlis ilmu (sekolah) tetapi juga berlapang dalam isi pengajaran, menyesuaikan perkembangan dan kebutuhan anak. "Berlapang-lapang serta kelapangan" juga terkait dengan kelapangan hati atau kebahagiaan. Dengan demikian majlis mencari ilmu (sekolah), proses mencari ilmu, dan hasil pencarian ilmu haruslah membahagiakan. |
|
| Terakhir diperbaharui ( Kamis, 01 Mei 2008 ) |
| < Sebelumnya |
|---|



