Agenda Nasyiah

No events
Trafficking Dapat Dilakukan Orang Terdekat Buat halaman ini dalam format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini melalui E-mail
Ditulis Oleh Ni'matul Azizah   
Senin, 14 Juli 2008
Jakarta - Masyarakat perlu disadarkan bila trafficking sering dilakukan oleh orang-orang terdekat atau orang-orang yang dipercaya oleh korban. Demikian disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Prof Dr. Meuthia Hatta saat penganugerahan Anti-Trafficking Award, Sabtu (12/7/2008) malam di Jakarta.

Sebagaimana dilansir Kedaulatan Rakyat, penganugerahan diberikan oleh Kantor Negara Pemberdayaan Perempuan, Dewi Hughes Foundation International, dan Sophie's Love kepada 3 tokoh yang dipandang berhasil membantu pemerintah mencegah terjadinya perdagangan manusia. Mereka adalah Ketua Pansus RUU PTPPO DPR RI Hj. Latifah Iskandar, artis Denada, dan Kabag Reskrim Polri Agung Sabar Santoso.

IOM Indonesia melaporkan periode Maret 2005 hingga Juli 2006, ada 1.231 WNI korban trafficking yang berhasil diselamatkan. Sementara statistik pencegahan kasus trafficking skala nasional yang dihimpun ICMC tahun 2005 menyebutkan ada 130 kasus dengan 198 pelaku perdagangan manusia yang telah diproses aparat hukum. Dari kasus tersebut, sedikitnya 175 orang telah menjadi korban. Data tersaebut menunjukkan 43% untuk kasus pelacuran di dalam negeri, 13% untuk pelacuran di luar negeri, 12% perdagangan buruh migran, dan 25% perdagangan bayi.

Karena itu, Meuthia menandaskan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab untuk pencegahan terjadinya trafficking, baik kepada perempuan maupun anak. Semua pihak harus peduli pada persoalan ini agar kalangan terdekatnya tidak menjadi korban. Kejahatan kemanusiaan ini disebutnya sangat luar biasa dalam menjerat mangsa. Bahkan ada yang menggunakan guru sebagai agen dengan iming-iming muridnya dapat magang di luar kota bahkan hingga luar negeri. Dalam hal ini, masyarakat dituntut untuk kritis. "Jangan mudah tergoda anak akan belajar atau magang di luar negeri, menjadi duta seni dan lainnya. Tanyakan kepada pihak atau instansi pemerintah yang mengetahui kebenarannya", ujar Meuthia.

Sementara itu duta Anti-Trafficking Indonesia, Dewi Hughes mengemukakan harapannya agar sosialisasi anti-trafficking kian gencar dilakukan di daerah-daerah. Kampanye pencegahan trafficking harus dilakukan bahkan di depan gerbang sekolah sekalipun, mengingat incaran agen-agen perdagangan manusia juga sampai ke gerbang sekolah. (ima)

Terakhir diperbaharui ( Senin, 14 Juli 2008 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >